Rabu, 09 Februari 2011

Sekilas Tentang Waffen SS Farm (Jual Beli)

Kalau ada waktu silahkan membaca sekilas mengenai Jual Beli di Waffen SS Farm.

Berikut Ulasannya .........



Assalamualaikum Wr.Wb.
Perkenankanlah kami memeperkenalkan diri lebih dalam
            Waffen SS Farm adalah sebuah peternakan ayam aduan yang berbentuk mirip sebuah Perseroan Terbatas lebih tepatnya PT tertutup dimana kepemilikan saham dimiliki kalangan tertentu (keluarga).Sehingga sebagai konsekuensinya segala pengambilan keputusan dilakukan secara musyawarah antar pemegang saham . Nah saya pribadi kebetulan dipercayai sebagai pelaksana ternak yang hanya bertugas mengawasi Perawat ayam , Botoh , stok pakan ,Obat – obatan,  Laporan Keuangan serta Humas .Sedangkan untuk pengambilan keputusan bukanlah kewenangan mutlak saya pribadi.
            Kami adalah murni peternak ayam aduan yang tidak pernah adu ayam di Kalangan manapun , kami hanya suka melihat abaran ayam – ayam muda hasil ternak kami . Dan kami juga bukanlah makelar ayam sehingga tidak jarang stok kami sering kosong . Hal ini adalah wajar karena kami selalu melakukan penyortiran secara ketat sehingga kalau dirasa kurang bagus lebih baik kami potong sehingga tidak menimbulkan kekecewaan bahkan perselisihan diantara Pembeli dan Kami dikemudian hari.
            Untuk pengembang biakan ayam aduan di peternakan kami , perkawinan antara Pejantan dan Indukan kami lakukan sistem dodokan yang sistematis.Setelah indukan bertelur , telur akan dierami secara alami tanpa menggunakan mesin penetas ataupun Indukan asuh . Setelah telur menetas segera kami pisahkan dengan Indukannya hal ini dilakukan guna mencegah matinya anakan mungkin karena terinjak Indukan dll. Memang sebaiknya anakan diasuh Indukan samapai remaja namun setelah kami adakan pengamatan anakan yang dibesarkan mandiri sejak menetas hingga dewasa tidak ada perbedaan yang signifikan dengan anakan yang dibesarkan Induknya dr menetas sampai dengan remaja . Bahkan kalau anakan dibesarkan secara mandiri anakan pertumbuhan lebih optimal karena pakan bisa dimakan secara Optimal sehingga pertumbuhan anakan akan optimal juga.
            Penyortiran kami lakukan sebanyak dua kali, yang pertama kami lakukan saat anak ayam masih berumur 3 bulan tentunya peyortiran pertama ini hanya difokuskan kepada Tulangan sang ayam , ciri fisik dan Jenis Kelamin saja khusus untuk betina dari setiap angkatan hanya kami besarkaan satu ekor saja yang terbaik.Tentunya penyortiran tahap pertama ini belum bisa melihat gaya tarung setiap ayam yang tersortir seperti apa .
            Penyortiran kedua kami lakukaan saat ayam beranjak dewasa tepatnya Umur 7.5 bln , sebelumnya saat ayam berumur 6.5 bln akan kami beri perawatan dasar hingga umur  7 bulan. Saat usia sudah genap 7 bulan ayam akan kami abar dengan durasi yang cukup untuk melihat gaya tarung setiap ayam.Dari hasil tes ini lah yang akan mempengaruhi harga setiap ayam, untuk yang tekniknya istimewa harga juga akan berbeda dengan yang berteknik bagus atau yang biasa – biasa saja. Khusus untuk yang tidak lolos seleksi langsung kami potong.
            Makanya jangan heran terkadang ada rekan yang merasa harga ayam terlalu mahal , sebenarnya mahal ini bersifat relatif . siapa dulu yang menilai ? Untuk apa ayam ini dibeli ? Seperti apa Kualitasnya ? . Namun yang perlu dipahami antara lain :

1.     “ Terkadang “ Hobi / Kesenangan Adalah Mahal.
Ikan wader sungai dengan Ikan Arwana walau kalau ditimbang beratnya sama tapi harga beda kenapan karena Ikan Arwana berkaitan dengan Hobi / kesenangan sedangkan ikan wader hanya berkaitan dengan Konsumsi.

2.     Ayam Aduan Sebagai Aset  Investasi .
Seekor Ayam Aduan merupakan asset investasi bagi peternak bisa dijadikan pejantan bagi penghobi adu ayam bisa dijadikan Jagoan yang mempertaruhkan sejumlah uang  bahkan terkadang harga diri bahkan kalau keberuntungan sudah melekat seekor jago bisa menjadi ATM berjalan.

3. Setiap Ekor Ayam Yang Dijual Menanggung Biaya Pakan Dan Perawatan Saudaranya Yang Tidak Lolos Seleksi.
Satu angkatan terdapat 6 Jantan dibesarkan hingga umur 7.5 bulan setelah diseleksi ternyata Cuma lolos 3 ekor saja biaya produksi nya ya tetap seharga 6 ekor ayam sedangkan penjualan Cuma 3 ekor ayam saja. Oleh karena itu 3 ayam yang dijual bertanggung jawab menanggung biaya produksi saudaranya yang tidak lolos seleksi.

4.     Biaya produksi
 Biaya produksi di Kota Besar bisa dibilang tidk murah walau segalanya mudah di dapat seperti Voer , Vitamin , aksesoris dll hanya saja maslah lahan menjadi hal yang sangat sulit di  hadapi , sehingga kami perlu menyewa lahan walau dengan harga yang tinggi dan menggaji karyawan untuk merawat ayam yang gajinya setiap bulan tidak bisa ditunda.


5.     Up Grade Materi Ternak
 Pesatnya perkembangan Ayam Aduan menuntut kami sebagai peternak untuk selalu Up To Date dalam meng Up Grade materi peternakan kami sehingga diharapkan produksi kami tidak ketinggalan kualitasnya dengan Ayam Import sekalipun.Seperti yang kita ketahui materi dasar ternak yang berkualitas bagus tidaklah mungkin berharga murah . Kalaupun ada teramat sangat  jarang sekali dan sifatnya hanya keberuntungan saja di dalam memperolehnya .
 
6.     Resiko Kematian Oleh Wabah / Hama
Dengan adanya Global warming musim di Indonesia menjadi acak / random udah kurang jelas mana musim penghujan dan mana musim kemarau , siang panas malam dingin , sehari panas sehari dingin perubahan cuaca yang sangat ekstrim membuat daya tahan tubuh ayam menjadi lemah sehingga tak jarang yang jatuh sakit . Namun sebagai langkah antisipasi pemberian vaksin adalah menu wajib di peternakan kami.Namun dewasa ini jenis dan varian penyakit semakin banyak sehingga sulit di identifikasi jenisnya apa sehingga pengobatannya pun agak terkendala

            Tentunya apabila mencermati beberapa poin diatas rekan – rekan sekalian akan memahami relatifitas harga seekor ayam. Beberapa Tahun kedepan kita harus selalu optimis Produksi Ayam Aduan Indonesia akan bisa menyaingi ayam Aduan Import dari Thailand.Hal ini tentunya tidak akan bisa terwujud tanpa dukungan dari rekan – rekan sekalian. Apresiasi dari rekan – rekan merupakan infus bagi peternak seperti kami , Kalau bukan rekan – rekan yang mengapresiasi produk Indonesia lantas siapa yang kita harapkan ?
            Dalam hal jual beli yang Islami kedua belah pihak haruslah  sama – sama diuntungkan dan tidak boleh ada pihak yang dikecewakan sehingga jual beli yang terjadi menjadi berkah . Apabila kedua belah pihak berkenan melakukan perjanjian harus disepakati sebelum akad jual beli dilaksanakan. Untuk meminimalisir timbulnya kekecewaan dalam proses jual beli baik dari sisi Peternak maupun pembeli kami memutuskan :
1.     Meminimalisir Penjualan Anakan
Bagi kami menjual anakan sangatlah beresiko menimbulkan kekecewaan karena bagi pembeli yang kurang berpengalaman mengenai masalah ternak tentunya akan gampang kaget ketika dewasa hasilnya kurang memuaskan namun bagi yang sudah mempunyai jam terbang tinggi dalam ternak tidak akan kaget karena walau pejantan dan induknya bagus tidak semua anakan juga akan bagus pasti ada yang jelek. Tak jarang kita temui Ayam Aduan yang udah punya rekor kemenangan yang Fantastis dan tidak pernah kalah ataupun draw sekalipun ketika di jadikan pejantan tidak bisa menurunkan keturunan yang baik.Sehingga kami putuskan kami akan meminimalisir penjualan anakan , sehingga anakan baru dijual dalam kondisi yang sangat terpaksa saja misalkan kandang penuh , kebanjiran dll kepada Pembeli yang berkompeten (Paham akan resiko dalam berternak).

2.     Meminimalisir Penjualan Indukan / Ayam Betina
Indukan bagi kami memegang peranan yang sangat vital karena Indukan adalah mesin produksi bagi ternakan kami selain itu juga sebagai Bank Genetika (Plasmanutfah) sifat – sifat unggul untuk diturunkan ke generasi berikutnya. Oleh karena itu dari pada akad Jual beli dilaksanakan secara berat hati lebih baik kami meminimalisir Penjualan indukan sehingga kalau jumlahnya berlebih baru kami jual.

3.     Tidak melayani Pembelian Telur
Nah ini yang di Haramkan oleh Islam menjual sesuatu yang belum pasti atau mempertaruhkan keberuntungan pembelian telur (Kecuali untuk konsumsi) sama dengan sistem ijon . Telur belum tentu jadi kalaupun jadi belum tentu hasilnya juga bagus oleh karena itu apapun yang terjadi kami tidak akan menjual telur karena sudah Pasti mengecewakan Pembeli.

            Demikian kiranya sekilas Peternakan kami semoga apa yang kami sampaikan dapat dipahami dan dimengerti pembaca . Kami bisa tumbuh dan berkembang  hingga saat ini juga tidak lepas dari kontribusi dan dukungan dari rekan – rekan penggemar Ayam Aduan. Semoga apa yang kami sampaikan tepat sasaran sehingga tidak menyinggung siapapun dan apabila ada kekeliruan itu semata – mata bukanlah kesengajaan karena khilaf adalah hal yang wajar bagi manusia bisa seperti kami ini dan harap dimaafkan . Akhirkata Wassalamu alaikum Wr. Wb





11 komentar:

  1. Basuki, Medan25 Maret 2012 09.00

    Asswb, Bang Tanto sangat profesional dalam beternak ayam laga, maybe next time saya bisa berkunjung langsung ke kandang ayam abang, salam sukses luar biasa ya bang...!wslm.

    BalasHapus
  2. Saya sangat senang kalau ada Rekan yang berkenan mampir di kandang kami yang sangat sederhana dan minimalis ini . Tapi mohon sms dulu ke 083 857 60 70 63 atau PM via email ke ap.tanto@yahoo.co.id sebelum berkunjung . Trims , Salam

    BalasHapus
  3. Patut didukung dan sosialisasikan...saya yakin anda suskses....WssDoctor

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan sungkan kasih masukan , kritik yang membangun bahkan kalau ada yang salah tolong diingatkan maklum masih baru belajar ayam tentu masih banyak yang belum saya ketahui .

      Hapus
  4. Saya salut dengan prinsip dan komitmen dalam menjalankan bisnis ternak ayam laga. Saya juga memimpikan suatu saat bisa mendirikan dan membangun ternak ayam laga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang segalanya kalau dikerjakan secara bersama sama akan terasa lebih ringan

      Hapus
  5. Semoga sukses bang dgn farmnya

    BalasHapus
  6. ....luaaaaarrr biasa akhi, ana baru baca antum punya ulasan s4 terkesima, tapi ada satu hal ana sarankan, kalo dapat produk lancuran yang kurang baik janganlah dipotong, cukup labeli saja (KUWALITAS KURANG BAGUS)dan terserah pembelinya untuk memutuskan, agar supaya kami2 bisa dapat harga yang terjangkau.....wassalam

    BalasHapus
  7. ...saran kami, jika dapat produk lancuran yang kurang baik jangan dipotong, cukup dilabeli (AYAM KUWALITAS KURANG BAGUS) kemudian terserah calon pembeli untuk memutuskan,, agar kami2 dapat membeli ayam anakan import walaupun kurang bagus kwalitasnya, tapi dengan harga yang bisa dijangkau oleh peternak pemula tentunya,,,wassalam

    BalasHapus
  8. sukses bang...sangat profesional

    BalasHapus
  9. assalamualaikum...
    Mohon maaf sblmnya, saya setuju dengan saran bpk rustam pamalingo. Kasian buat agan2 yg msh belajar jadi seniman ayam jg. Seperti saya trs terang masih ingin belajar ttg teknik2 dan trah ayam aduan. Apalagi jg status saya yg masih dlm pembiayaan org tua, sangat sulit jk harus membeli sekaligus kualitas yg bagus dan harga tinggi. Salam salut buat mas aptanto, bln2 depan ini selepas saya training I.Allah saya sempatkan utk berkunjung ke 'kerajaan ayam' nya mas aptanto. Makasih.
    *dimas, banyuwangi.

    BalasHapus